oleh

Warga Segel PLBN Sebatik, Desak Pemerintah Segera Fungsikan Bangunan Rp200 Miliar

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN Sejumlah pemuda dari berbagai organisasi bersama masyarakat menggelar aksi di depan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik. Massa bahkan melakukan aksi penyegelan gerbang PLBN yang menelan anggaran hingga lebih dari Rp200 miliar tersebut.

Salah seorang pengunjuk rasa, Dedy Kamsidi, dalam orasinya menegaskan, bahwa aksi itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) bersama anggota Komisi II DPR RI, yang dinilai tidak membawa dampak apa pun terhadap status PLBN Sebatik yang hingga kini belum difungsikan.

“Tentu kita sesalkan, kunjungan tersebut tidak lebih dari seremonial belaka. Untuk masyarakat Sebatik maupun PLBN sendiri, tidak ada nilai positif dan manfaatnya,” tegas Dedy dalam orasinya.

Spanduk Kritikan Tajam

Dalam aksi tersebut, massa juga membawa sejumlah spanduk dengan tulisan bernada kritik keras, di antaranya:

• “DPR RI Komisi II Musuh Rakyat Sebatik yang Susah Diatur”

• “Wamen Gagal Crottt!! Hanya Menghasilkan Tetesan Kosong”

• “Bima Arya Wakil Menteri Dalam Negeri Buang-Buang Anggaran di Sebatik! Hasilnya Nol”

Sementara itu, Isyak, perwakilan pemuda perbatasan menegaskan aksi ini merupakan luapan kekecewaan karena suara masyarakat tidak pernah didengar.

“Kedatangan mereka hari ini tidak memberikan dampak positif terhadap PLBN. Justru sebagai bentuk kekecewaan, teman-teman hadir untuk melakukan penyegelan terhadap PLBN Sebatik hingga waktu yang belum ditentukan. Kami sebagai anak perbatasan merasa suara kami tidak pernah didengar, padahal kami yang hidup langsung di wilayah ini. Karena itu, kami menunggu penjelasan dari pihak berwenang agar benar-benar melihat dan mengedepankan persoalan PLBN,” tegas Isyak.

Aksi penyegelan ini mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD Nunukan. Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Mulyono, menyatakan pihaknya tidak pernah melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

“Masyarakat Sebatik sudah kecewa dengan kedatangan Komisi II DPR RI bersama Wamendagri yang sama sekali tidak menampung aspirasi. Aspirasi terbesar masyarakat saat ini hanyalah mengaktifkan PLBN Sebatik,” ujarnya.

Menurut Andi, kunjungan itu kembali tidak menghasilkan jawaban yang jelas apakah pemerintah pusat setuju atau menolak PLBN difungsikan.

“Kami juga kecewa sebagai wakil rakyat. Hari ini ada lima anggota DPRD bersama masyarakat mendukung bagaimana PLBN ini segera difungsikan. Penyampaian aspirasi di muka umum dijamin oleh negara, selama sesuai proses hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Sejumlah anggota DPRD Nunukan dapil Sebatik, seperti Ramsah, Hj. Nadia, Hamsing, dan H. Firman, turut hadir dan menyatakan komitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Andi menegaskan, persoalan PLBN Sebatik harus segera disikapi pemerintah pusat. Ia bahkan menyampaikan desakan agar Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kementerian terkait segera memfungsikan PLBN.

“Bangunan ini menelan biaya lebih dari Rp200 miliar, tapi hingga kini belum dimanfaatkan. Segala sesuatu yang dibangun pemerintah namun tidak digunakan sebagaimana mestinya, kami anggap pemborosan, bahkan berpotensi merugikan keuangan negara. Jika PLBN ini tidak bisa difungsikan, maka siapa yang merencanakan dan melaksanakan harus diproses secara hukum. Jangan ada lagi praktik menghamburkan uang negara,” tegas Andi.

Penulis: Ryan Rivaldi | Editor: Akbar