oleh

Hari Anti Korupsi 2025, Bawaslu Nunukan Komitmen Tak Alergi Pada Keterbukaan Publik

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, meskipun tahun ini tak melaksanakan kegiatan sebagaimana tahun sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan terus berupaya meningkatkan komitmen pada integritas dan transparasi publik.

Hal itu di tunjukan sikap Bawaslu Kabupaten Nunukan tidak merasa alergi pada kontrol dan keterbukaan publik terhadap pengelolaan ataupun penggunaan anggaran negara dan daerah dalam menjalankan tugas dan kewenangan pengawasannya.

Demikian sikap itu diperlihatkan pada penyampaian secara terbuka data dan informasi publik tiap penggunaan dana hibah baik APBN maupun APBD pada pemilihan dan pemilu 2024 lalu pada website PPID Bawaslu Nunukan.

“Banyak yang bilang informasi penggunaan dana hibah itu informasi yang dikecualikan atau setidaknya jangan terlalu dibuka di publik. Padahal itukan informasi publik jadi silahkan di akses.” Ungkap Ketua Bawaslu Nunukan Moch. Yusran saat ditemui awal Rubrikkaltara.id di kantornya, 09 desember 2025.

Ia juga menambahkan bahwa data yang disampaikan pada website PPID yang bebas di akses siapapun itu, data yang disajikan pun bukanlah data global atau sekedar staus sudah di realisasi atau belum di realisasi melainkan nominal arus atau aliran kas sehingga masyarakat bisa tahu anggaran itu digunakan untuk apa saja dan bisa menilai serta menyampaikan saran dan kritik efektivitas penggunaan sebagai evaluasi.

Banyak badan publik hanya menyampaikan gelondongan. Bahkan hanya keterangan naratif bahwa sudah di realisasi. Jadi kesannya terbuka tapi hanya formalitas. Padahal subtansinyakan publik harus tahu anggaran itu untuk apa.” Jelas Yusran.

Bagi Yusran, pihaknya tak merasa khwatir akan saran dan kritik masyarakat, malah menurutnya pihaknya sangat membutuhkan dan menganggap kritik yang konstruktif adalah vitamin bagi lembaganya dalam meningkatkan visi Bawaslu sebagai lembaga publik yang terpercaya.

Untuk itulah iapun terus tak bosan-bosang mengingatkan masyarakat, di momen Hari Anti Korupsi ini bahwa akar pemimpin yang korupsi dan kebijakannya cendrung acuh dan sengsarakan rakyat adalah politik uang dan Bawaslu Kabupaten Nunukan yang menjadi leading sektor utama stake holder memerangi politik uang, terlebih dahulu juga harus bersih dan transparan dalam tiap pengelolaan semua anggaran negara secara efektif dan efisien.

“”Tagline KPK kan Berani Jujur Hebat. Kalau gak ada apa-apanya ngapain takut dibuka kan.” Pungkasnya.

Penulis: Ryan Rivaldi | Editor: Akbar