oleh

Lonjakan Kasus TB Anak di Nunukan, 100 Anak Terinfeksi Sepanjang 2025

RUBRIKKALTARA .ID, NUNUKAN – Kasus Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Nunukan mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak 545 kasus TB, hal itu meningkat sekitar 42 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 378 kasus.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, dari total kasus tersebut, sebanyak 100 penderita merupakan anak-anak, termasuk bayi di bawah usia dua tahun (baduta). Kondisi ini menandakan bahwa TB tidak lagi hanya menyerang orang dewasa, tetapi telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak dan generasi masa depan.

“Tingginya kasus TB pada anak menjadi perhatian serius bagi sistem kesehatan daerah. Ia menilai salah satu faktor utama penyebabnya adalah rendahnya kesadaran orang tua terhadap gejala awal TB pada anak,” ujar Miskia Rabu, (21/01/2026).

Padahal, lanjut Miskia, dalam standar kesehatan saat ini, batuk yang berlangsung selama tiga hari sudah harus mendapatkan pemeriksaan medis. Jika terlambat ditangani, TB dapat menular dengan cepat dan menimbulkan dampak serius bagi tumbuh kembang anak.

“Batuk pada anak masih sering dianggap keluhan ringan, seperti masuk angin atau flu biasa, sehingga tidak segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa TB pada anak kerap sulit terdeteksi sejak awal karena gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut.

“Diagnosis biasanya baru dapat dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti DCM atau tes tuberkulin,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Dinkes P2KB mencatat sebanyak 2.816 orang terduga TB. Dari jumlah tersebut, 545 orang dinyatakan positif TB dan masuk dalam data kasus aktif, termasuk 100 kasus TB pada anak.

Meski peningkatan angka kasus turut dipengaruhi oleh upaya deteksi dini yang semakin masif, Miskia menegaskan bahwa tingginya kasus TB anak harus menjadi peringatan bagi semua pihak. Ia berharap kesadaran orang tua untuk memeriksakan anak sejak dini dapat meningkat guna menekan penularan TB dan melindungi masa depan anak-anak di Kabupaten Nunukan.

Penulis: Rival | Editor: Akbar