oleh

Banjir Surut, SDN 002 Sembakung Masih Berjuang Pulihkan Sarana Belajar

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Meski banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan seperti Kecamatan Sembakung dan Lumbis telah surut, dampaknya masih menyisakan persoalan serius, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SDN 002 Kecamatan Sembakung.

Akibat genangan banjir yang merendam lingkungan sekolah, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Mulai dari meja, kursi, hingga papan tulis dilaporkan terdampak. Bahkan, lantai ruang kelas masih licin usai pembersihan, sehingga kegiatan belajar mengajar belum bisa dilaksanakan secara normal.

Kepala SDN 002 Kecamatan Sembakung, Ardiansah, mengatakan saat ini siswa masih dianjurkan belajar dari rumah karena kondisi sekolah belum sepenuhnya aman dan efektif untuk kegiatan tatap muka.

“Mungkin Senin baru kita memulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa karena saat ini masih sangat belum efektif untuk dilakukan kegiatan di sekolah. Baru kita lakukan pembersihan dan masih ada lantai yang licin dan infrastruktur seperti kursi, meja dan papan tulis ada beberapa mengalami kerusakan serius,” ujarnya, pada Selasa (03/03/2026).

Pihak sekolah kini tengah melakukan pendataan terhadap sarana dan prasarana (sarpras) yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan dituangkan dalam berita acara (BA) kerusakan sebagai dasar pengajuan penghapusan aset serta permohonan penggantian kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan.

“Kami masih data yang rusak dan yang bisa dipakai. Baru buat BA kerusakan dampak banjir untuk pengajuan penghapusan aset,” jelas Ardiansah.

Sementara itu, pihak dinas pendidikan masih menunggu laporan resmi hasil verifikasi aset sekolah yang terdampak. Proses ini diperlukan sebelum dilakukan langkah penggantian fasilitas yang rusak.

Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas sementara, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, kemampuan anggaran yang terbatas menjadi kendala.

“Sementara dari pihak sekolah sudah lebih dulu ambil langkah awal mengatasi siswa yang tidak memiliki kursi dengan cara kami lakukan perubahan di ARKAS untuk beli kursi plastik, cuma kemampuan dana BOS kami terbatas. Ini juga rangkanya besi masih kuat, rencana kami ganti kayu atau papan nanti tempat duduk sambil lihat dana sekolah mana yang bisa digeser,” tambahnya.

Hingga kini, sekolah berharap adanya dukungan dan percepatan bantuan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal tanpa hambatan sarana prasarana.

Penulis : Rival | Editro : Akbar