oleh

Belasan SPPG di Kaltara Disuspend, Persoalan Higienitas dan Ipal Jadi Sorotan

RUBRIKKALTARA.COM, NUNUKAN – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kalimantan Utara terus bertambah. Hingga awal April 2026, sebanyak 18 SPPG di empat kabupaten/kota disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena belum memenuhi persyaratan teknis.

Koordinator Wilayah BGN Kalimantan Utara, Sulaimana, mengungkapkan dari total 53 SPPG yang tersebar di Kaltara, jumlah terbanyak berada di Kota Tarakan sebanyak 23 unit. Disusul Kabupaten Nunukan dan Bulungan masing-masing 13 unit, Malinau tiga unit, serta Kabupaten Tana Tidung satu unit.

“Sejak 1 April 2026, terdapat 18 SPPG yang dihentikan sementara. Terbanyak di Tarakan sebanyak sembilan unit, kemudian Nunukan dan Bulungan masing-masing empat unit, serta Malinau satu unit,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).

Penghentian ini dilakukan karena sebagian besar SPPG belum memenuhi standar dasar operasional, terutama terkait higienitas dan pengelolaan limbah. Dari total yang disuspend, 16 unit belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sementara dua lainnya belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Permasalahan paling dominan adalah ketiadaan IPAL, yang menjadi syarat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Pada 6 April 2026, BGN kembali menghentikan sementara lima SPPG tambahan, masing-masing dua unit di Tarakan dan Bulungan serta satu unit di Nunukan. Seluruhnya disebabkan belum tersedianya fasilitas IPAL.

Sulaimana menegaskan, kebijakan suspend ini merupakan bagian dari pengawasan dan penjaminan kualitas layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi. Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi, SPPG dapat kembali beroperasi,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengelola untuk segera melengkapi seluruh ketentuan, baik administrasi maupun sarana prasarana, agar layanan pemenuhan gizi dapat kembali berjalan optimal.

“Kami berharap pembenahan segera dilakukan. Semakin cepat dipenuhi, semakin cepat layanan bisa kembali dibuka,” pungkasnya.