oleh

Komitmen Cerdaskan Pemahaman Politik Warga, Kemenag dan Bawaslu Nunukan Teken MOU Pengawasan Partisipatif

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara teken Momerandum Of Understanding (Mou) atau nota kesepahaman kerjasama pada hari Senin, 6 April 2026 bertempat di Gedung Kemenag Kabupaten Nunukan. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kabupatem Nunukan Moch. Yusran dan Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Nunukan H. Aliansyah, S. Ag., M. Ap dan di saksi Kepala Kantor Wilyah Kemenag Kaltara H.M. Saleh, S.Ag. M.Pdi

“Ini bentuk komitmen kita cerdaskan warga, untuk itu kami ucapkan terimakasih dan menyambut baik ikhtiar dari Kemenag Kab. Nunukan dalam upaya menjaga dan memperkuat demokrasi di perbatasan. Khususnya di Non Tahapan Pemilu,” Ungkap Yusran.

Yusran juga mengatakan pihaknya akan menggencarkan gerakan pedidikan politik warga melalui koloborasi dengan stakeholders meskipun diluar tahapan pemilu guna mempersiapkan menghadapi pemilu mendatang.

“Justru di non tahapan ini kita punya waktu lebih untuk lakukan pendidikan politik. Nanti di tahapan konsentrasi kita akan terpecah mengawasi tahapan” katanya.

Adapun kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan partisipasi aktif pemilih pemula (siswa Madrasah Aliyah dan Santri) di bawah naungan Kemenag Nunukan guna mendorong pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu yang berintegritas.
Kemenag menetapkan beberapa poin target tujuan MoU bersama Bawaslu diantaranya meliputi penyelenggaraan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula di Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren, edukasi pencegahan politik uang, berita bohong (Hoaks), dan politisasi SARA, dan pembentukan kader pengawas partisipatif di tingkat pelajar/santri.

“Kami dari Kemenag telah menyusun rangkaian program sosialisasi dan edukasi untuk diberikan kepada anak didik di bawah naungan kami serta penyedian sarananya. Dan nantinya Bawaslu yang akan memberkkan materi dan penguatan pemahamannya.” Ungkap Aliansyah.

Ia juga manambahkan MOU kedepannya akan diperluas, pendidikan politik juga akan menyasar tokoh lintas agama, penyuluh agama dan tempat ibadah di Kabupaten Nunukan.

“Nanti akan kita tingkatkan implementasinya agar lebih efektif.” Tambahnya.

Adapun pada kesempatan itu turut hadir Koordinator Hukum, Humas dan Parmas Bawaslu Nunukan Hariadi, Kepala Sekretariat Bawaslu Nunukan Dewi Irdayani.

Begitupun dari pihak Kemenag, tampak hadir lengkap pejabat struktural Wilayah Kaltara dan Nunukan serta Kepala KUA se-Kabupaten Nunukan baik hadir secara luring maupun daring.

Penulis: Hasan