oleh

Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pengeroyokan Brutal di Nunukan, Pelaku Diburu Polisi

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kab.Nunukan kian mengkhawatirkan. Baru-baru ini, seorang remaja berinisial MP (15) menjadi korban aksi pengeroyokan brutal oleh sejumlah pria yang diduga dibawah kendali minuman keras.

Hal itu terjadi di kawasan Jalan TVRI, Nunukan Timur, pada Jumat dini hari 11 April 2026 saat sang korban keluar rumah hendak membeli makanan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk membeli makanan di warung sekitar lokasi. Namun situasi mendadak berubah mencekam. Saat menunggu rekannya di pinggir jalan, korban justru menjadi sasaran amukan sekelompok orang. Dugaan sementara, aksi kekerasan dipicu kesalahpahaman.

Paman korban, Ahmad Albar, menjelaskan insiden bermula ketika korban berteriak memanggil temannya yang melintas karena tidak berhenti. Teriakan itu diduga disalahartikan oleh para pelaku.

“Ponakan saya hanya memanggil temannya karena terlewat. Tapi tiba-tiba lima orang datang menghampiri dan langsung memukuli korban secara brutal,” ujar Albar, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, korban sempat memohon ampun dan menjelaskan bahwa dirinya masih di bawah umur. Namun para pelaku tetap melakukan pengeroyokan tanpa henti.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan tubuh. Gigi korban dilaporkan goyang, serta terdapat sejumlah memar di beberapa bagian tubuh. Korban juga telah menjalani visum untuk kepentingan proses hukum.

Keluarga yang tidak terima langsung melaporkan kasus ini ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan. Dari keterangan korban, satu dari lima pelaku berhasil dikenali.

“Identitas salah satu pelaku sudah kami sampaikan kepada penyidik untuk ditindaklanjuti,” jelas Albar.

Ia juga mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian, khususnya Jatanras Satreskrim Polres Nunukan dan Unit Reskrim KSKP Nunukan, dalam menangani kasus tersebut.

Meski demikian, keluarga berharap proses hukum dapat segera dituntaskan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Tidak ada orang tua yang siap melihat anaknya pulang dalam kondisi bersimbah darah. Kami minta pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya telah bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Personel langsung melakukan pencarian di sekitar Jalan Lumba-Lumba, namun pelaku belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, satu terduga pelaku telah diidentifikasi berinisial AS yang disebut merupakan residivis.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. Penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi juga dilakukan untuk mengungkap identitas seluruh pelaku.

Kasus ini dalam penanganan intensif kepolisian. Aparat memastikan akan terus memburu para pelaku hingga tertangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Rival | Editor : Akbar