oleh

Pastikan Tidak Ada Barang Terlarang, Lapas Nunukan Gelar Operasi Hingga Dini Hari

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan menggelar operasi penggeledahan besar-besaran di seluruh blok hunian warga binaan, Sabtu (25/10/2025) malam. Razia gabungan ini melibatkan personel dari Polres Nunukan dan berlangsung sejak pukul 20.00 Wita hingga dini hari.

Operasi tersebut merupakan langkah antisipatif untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan serta memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari barang-barang terlarang, seperti narkotika, senjata tajam, hingga alat komunikasi ilegal.

Pelaksana Tugas Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham, yang juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa razia ini merupakan implementasi dari perintah harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus mendukung program prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya memberantas peredaran narkoba dan praktik penipuan dari balik jeruji.

“Operasi seperti ini merupakan langkah preventif yang mutlak dilakukan. Kami tidak ingin ada celah sekecil apapun yang dapat mengganggu ketertiban dan proses pembinaan di dalam Lapas Nunukan,” tegas Puang Dirham, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti oleh 21 personel gabungan, terdiri atas satu anggota Polres Nunukan dan 20 petugas Lapas. Sebelum pelaksanaan, seluruh personel melaksanakan apel kesiapan untuk pembagian tugas dan penyamaan persepsi terkait prosedur penggeledahan.

Selama razia berlangsung, petugas menyisir seluruh area, termasuk kamar hunian warga binaan, ruang dapur, dan area sekitar blok. Kegiatan dilakukan dengan tetap menjunjung prinsip keamanan, ketertiban, dan penghormatan terhadap hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Puang Dirham menambahkan, hasil dari kegiatan penggeledahan malam itu akan dilaporkan secara resmi kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban lembaga.

“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin dan berkelanjutan. Tujuannya untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif, aman, dan mendukung proses pembinaan yang maksimal bagi warga binaan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan akhir, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa ada insiden berarti. Tidak ditemukan barang-barang berbahaya, dan seluruh warga binaan telah dikembalikan ke kamar masing-masing dalam kondisi lengkap dan tertib.

Penulis: Ryan Rivaldy | Editor: Akbar