oleh

Jembatan Runtuh, Aktivitas Belajar di Sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan Sebatik Tengah Diliburkan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Tapal Batas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqan di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, lumpuh total akibat runtuhnya jembatan penghubung utama menuju sekolah tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, menjelaskan jembatan yang menjadi satu-satunya akses jalan bagi siswa dan warga setempat runtuh akibat derasnya arus sungai yang memicu abrasi di sekitar pondasi jembatan. Kondisi tersebut membuat struktur jembatan kehilangan tumpuan dan akhirnya ambruk.

“Arus sungai cukup deras dan menyebabkan pengikisan di sisi jembatan. Lama-kelamaan tumpuannya melemah dan akhirnya jembatan rubuh. Saat ini tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki,” ujar Aris Nur. pada Kamis 6 November 2025.

Akibat kejadian ini, aktivitas belajar 50 siswa MI Darul Furqan terhenti sementara. Selain itu, akses keluar masuk 23 kepala keluarga di sekitar sekolah juga terputus total, membuat aktivitas ekonomi warga, seperti berbelanja dan menjual hasil kebun, terganggu.

“Saat ini, warga bersama Petugas Pamtas Bukit Keramat tengah melakukan pembersihan material jembatan yang runtuh dan menunggu alat berat untuk membantu pembuatan jembatan darurat agar kendaraan roda dua dapat kembali melintas,” pungkasnya.

Pihak Kecamatan Sebatik Tengah telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan melalui Sekretaris Daerah serta berkoordinasi dengan BPBD dan Dinsos PPPA Nunukan untuk langkah penanganan lanjutan dan dukungan logistik.

Sebagai solusi jangka pendek, rencananya akan dilakukan pembangunan jembatan darurat melalui mekanisme gotong royong yang melibatkan warga setempat bersama aparat Pamtas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Penulis: Ryan Rivaldy | Editor : Akbar