oleh

Lingkungan Pelabuhan Kotor, Pelindo Nunukan Mulai Gerak Cegah Dampak Kesehatan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional regional 4 Nunukan terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, Pelindo Nunukan berfokus pada kebersihan kawasan pelabuhan, serta permukiman sekitar.

Dikemas dengan kegiatan bersih kanal, saluran dan bak kontrol di kawasan Pelabuhan Tunon Taka, menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga kondisi lingkungan agar tetap tertata dan tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.

General Manager (GM) Pelindo Regional 4 Nunukan, Anugrah Amaliah mengatakan pihaknya menyadari masih kurangnya perhatian terhadap lingkungan RT yang berada di sekitar pelabuhan. Namun langkah perbaikan kini mulai dilakukan sebagai bagian dari pembinaan lingkungan berkelanjutan.

“Kami akui selama ini bantuan terhadap sejumlah RT masih kurang. Namun, ke depan kami berharap dapat memperbaiki kepedulian tersebut,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Sebagai tindak lanjut, Pelindo telah mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan untuk meminta pendampingan dalam penguatan program kebersihan di lingkungan pelabuhan.

“Kemarin kami sudah bersowan ke DLH Nunukan untuk memohon bantuan pembinaan. Kami berharap DLH dapat memberi dukungan dalam penyediaan fasilitas kebersihan,” jelas Anugrah.

Ia berharap kolaborasi dengan DLH dapat menghadirkan sarana pendukung kebersihan yang layak, seperti tempat penampungan sampah, perlengkapan kerja bakti, hingga fasilitas pemeliharaan rutin.

“Teman-teman dari DLH diharapkan bisa memberikan fasilitas kebersihan, terutama untuk kawasan pelabuhan dan permukiman masyarakat sekitar. Kami ingin hal ini berjalan sistematis,” tuturnya.

Pelindo Nunukan juga berencana menjadikan kegiatan bersih kanal dan pengelolaan bak kontrol sebagai agenda periodik bersama warga dan instansi teknis terkait. Tujuannya tidak hanya merapikan kawasan operasional pelabuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat yang tinggal di area tersebut.

Penulis: Ryan Rivaldy | Editor: Akbar