oleh

Potensi Laut Melimpah, Armada Terbatas: Nelayan Nunukan Tertinggal Teknologi Tangkap

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Aktivitas kelautan dan perikanan di Kabupaten Nunukan hingga kini masih dihadapkan pada sejumlah keterbatasan. Salah satu persoalan utama yang disorot adalah minimnya teknologi penangkapan ikan serta spesifikasi kapal nelayan yang belum memadai untuk menjangkau lokasi tangkap yang lebih jauh dan potensial.

Keterbatasan tersebut membuat nelayan kesulitan menentukan titik penangkapan ikan yang strategis. Sebagian besar nelayan masih mengandalkan peralatan tradisional dengan jangkauan terbatas, sehingga hasil tangkapan belum dapat dimaksimalkan secara optimal.

Padahal, potensi sumber daya laut di perairan Nunukan dinilai sangat besar dan menjanjikan. Namun dalam pemanfaatannya, nelayan masih terkendala pada spesifikasi kapal, terutama dari sisi daya jelajah, kekuatan mesin, serta kelengkapan teknologi navigasi dan pendeteksi ikan.

Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan nelayan di negara tetangga, Malaysia. Sebagian besar nelayan di sana telah menggunakan kapal dengan spesifikasi yang lebih modern dan dilengkapi teknologi penangkapan ikan yang maju, sehingga mampu menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas dan efisien.

Salah seorang pedagang ikan di Nunukan, Haji Ardi, mengungkapkan bahwa nelayan lokal masih sangat bergantung pada sistem penangkapan ikan tradisional. Hal tersebut berdampak langsung pada terbatasnya jangkauan melaut serta hasil tangkapan yang diperoleh.

“Pernah saya berbincang dengan teman di Tawau Malaysia, dia bilang gini “laut kalian itu kaya, luas dan potensial, tapi kalian harus punya kapal macam saya punya baru kalian bisa optimalkan laut kalian”, ungkap Ardi bercerita.

Menurut Ardi, keterbatasan modal dan akses pembiayaan menjadi kendala utama bagi nelayan untuk memiliki kapal dengan spesifikasi yang lebih baik.

“Tingginya biaya pembuatan maupun pembelian kapal, ditambah akses permodalan yang masih terbatas, membuat nelayan belum mampu melakukan modernisasi armada secara mandiri,” jelasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan nyata, baik melalui program pembiayaan, subsidi, maupun pendampingan teknologi, agar nelayan Nunukan mampu memiliki kapal dan alat tangkap yang lebih memadai sesuai dengan kondisi perairan setempat.

“Beberapa kali sudah pemerintah datang baik KKP dari Provinsi juga sering datang cuman hanya sekedar wacana saja tanpa ada tindak lanjut terkait teknologi maupun sitem tangkap yang lebih efisien,” pungkasnya.

Penulis: Ryan Rivaldy | Editor: Akbar