oleh

KRI WSH-991 berlabuh di Perairan Ambalat dan Sambangi Nelayan Perbatasan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – KRI Dokter Wahidin Sudirohusodo (WSH-991) berlabuh di wilayah Ambalat dan menyambangi nelayan perbatasan laut RI–Malaysia. Kehadiran kapal perang milik TNI Angkatan Laut ini tidak hanya untuk meninjau langsung keamanan dan kondisi Karang Unarang di Ambalat, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan serta menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan nelayan perbatasan.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI dr. Denih Hendrata, dalam rangka peringatan Hari Dharma Samudera 2026, sekaligus meninjau langsung wilayah perbatasan RI–Malaysia di perairan Ambalat.

Dalam kunjungannya, KRI WSH-991 membuka kesempatan bagi puluhan nelayan perbatasan untuk naik dan melihat secara langsung bagian dalam kapal. Kehadiran kapal perang jenis kapal bantu rumah sakit ini menjadi pengalaman langka bagi para nelayan yang selama ini hanya melihat kapal perang dari kejauhan saat melaut.

“Selain membuka kunjungan, Panglima kita juga membagikan bantuan sembako kepada para nelayan serta mempersilakan mereka untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis di atas KRI WSH-991. Hal tersebut menjadi wujud kepedulian TNI AL terhadap masyarakat pesisir perbatasan,” ujar Jendral bintang tiga itu, Sabtu (17/01/2026).

Terlihat antusias puluhan nelayan yang hadir dan sangat gembira saat mengunjungi KRI besar ini, salah seorang nelayan, Adi mengungkapkan hal ini menjadi pengalaman berharga bagi para nelayan dan juga sebagai hiburan di tengah letihnya mencari ikan.

“Terimkasih sekali pak Jendral telah mengunjungi kami disini, hal ini akan terus terkenang bagi para nelayan di perbatasan,” ucap Adi.

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI dr. Denih Hendrata mengatakan, KRI merupakan milik rakyat yang dibeli dengan uang rakyat, sehingga masyarakat berhak untuk mengunjungi dan mengenal lebih dekat kapal milik TNI AL tersebut, termasuk mengabadikan momen sebagai kenang-kenangan.

“KRI WSH-991 pada prinsipnya dirancang untuk mendukung misi kemanusiaan, evakuasi medis, serta diplomasi maritim dalam berbagai situasi, khususnya di wilayah terdampak bencana dan daerah perbatasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Denih menegaskan bahwa berlabuhnya KRI WSH-991 di perairan Ambalat, tepatnya di Suar Karang Unarang, merupakan bentuk komitmen dan penegasan kehadiran negara di wilayah perbatasan. Ia menegaskan TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dan bersama-sama menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.