oleh

Pemkab Nunukan Bergerak, Jalan Rusak di Krayan Timur Sedang Dalam Pengerjaan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Aksi damai yang dilakukan warga Kecamatan Krayan Timur sebagai bentuk protes atas rusaknya jalan utama di wilayah tersebut akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkab memastikan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Kepala DPUPR Nunukan, Abdi Jauhari, mengatakan bahwa tuntutan warga terkait kerusakan jalan tersebut memang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Pasalnya, ruas jalan yang dikeluhkan merupakan jalan nasional yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Secara status dan kewenangan, jalan yang dimaksud adalah jalan nasional. Karena itu, DPUPR kabupaten akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian PUPR,” ujar Abdi saat ditemui di sela acara pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Nunukan, Rabu 4 Februari 2026 lalu.

Abdi menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam dan akan segera melakukan komunikasi intensif dengan kementerian terkait guna memperoleh kejelasan serta solusi atas keluhan masyarakat Krayan Timur.

“Mungkin dalam satu atau dua hari ke depan kami akan berkomunikasi dengan pihak kementerian. Kami sejalan dan berharap koordinasi ini bisa berjalan baik demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Terkait pembangunan Jalan Pa’ Betung yang sebelumnya sempat berjalan namun terhenti, Abdi mengaku belum memperoleh data yang pasti. Ia memastikan hal tersebut juga akan dikonfirmasi langsung ke Kementerian PUPR.
“Memang sebelumnya ada pembangunan di Jalan Pa’ Betung, tapi terhenti. Apakah itu masuk anggaran tahun ini atau tidak, kami belum tahu. Itu yang akan kami komunikasikan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terkait penanganan jalan di Krayan Timur. Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini penanganan jalan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Balai Jalan Nasional Wilayah Kalimantan Utara.
“Alhamdulillah, jalan di Krayan Timur sudah ditindaklanjuti Balai Jalan Nasional Wilayah Kaltara sesuai informasi dari satuan kerja,” ungkapnya.

Camat Krayan Timur, Liantoni, menyampaikan bahwa penanganan sementara yang dilakukan masih berupa penimbunan lumpur. Namun masyarakat berharap adanya pemeliharaan yang lebih baik dan berkelanjutan, termasuk penambahan material batu untuk memperkuat badan jalan.

“Harapan masyarakat, jalan ini bisa mendapat pemeliharaan jangka panjang dan material yang lebih layak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah dalam merespons keresahan warga. Menurutnya, akses jalan tersebut sangat vital bagi penunjang perekonomian masyarakat serta mobilitas anak-anak sekolah.

“Jalan ini sangat penting, termasuk bagi siswa yang bersekolah ke Long Bawan. Hanya saja, jembatan yang ada juga perlu segera diperbaiki demi keselamatan warga dan pelajar,” tambah Liantoni.

Diketahui, saat ini tengah dilakukan rehabilitasi jalan sepanjang kurang lebih 9 kilometer yang menghubungkan Kampung Baru, Pangkebuan, hingga Long Umung. Pekerjaan tersebut mencakup 14 titik penanganan. Di sepanjang ruas jalan itu juga terdapat sebuah jembatan yang kondisinya sudah lapuk dan sangat membutuhkan pemeliharaan.

Pemkab Nunukan berharap, melalui koordinasi yang terus dilakukan dengan pemerintah pusat, persoalan infrastruktur di wilayah perbatasan seperti Krayan Timur dapat segera ditangani secara maksimal dan berkelanjutan.

Penulis : Rival | Editor : Akbar