oleh

23 Tahun Desa Sanur: Jejak Transmigrasi yang Mengubah Hutan Menjadi Pusat Ekonomi

RUBRIKKALTARA, Nunukan – Perjalanan Desa Sanur di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang program transmigrasi. Wilayah yang kini berkembang menjadi desa mandiri tersebut pada awalnya merupakan kawasan hutan dan lahan terbuka yang dihuni para transmigran generasi pertama dengan segala keterbatasan.

Para transmigran harus berjuang membuka lahan, membangun permukiman, serta menata kehidupan baru di tengah minimnya infrastruktur, akses ekonomi, dan sarana pelayanan publik. Dalam kondisi tersebut, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama masyarakat untuk membangun wilayah secara bertahap.

Seiring berjalannya waktu, hasil perjuangan transmigrasi mulai terlihat. Salah satu tonggak penting adalah pengelolaan lahan perkebunan plasma yang merupakan hasil pembagian tanah pada masa awal transmigrasi. Sektor perkebunan ini kemudian berkembang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Desa Sanur hingga saat ini.

Kepala Desa Sanur, Abdurrohim, yang juga merupakan bagian dari masyarakat transmigran, mengungkapkan bahwa nilai-nilai transmigrasi seperti kerja keras, ketekunan, dan persatuan masih melekat kuat dalam kehidupan warga. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Ini menjadi momentum refleksi bahwa Desa Sanur yang dulunya kawasan hutan dan permukiman transmigrasi, kini terus berkembang menjadi desa yang maju dan berdaya saing,” ujarnya, Sabtu (10/01/2026).

Sejak resmi menjadi desa, Sanur terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi desa, serta tumbuhnya pelaku UMKM menjadi indikator kemajuan desa menuju kemandirian.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemerintah Desa Sanur bersama pemuda Karang Taruna menghadirkan pesta rakyat yang diisi dengan 18 jenis kegiatan. Mulai dari event olahraga, penampilan seni dan budaya, hingga kegiatan komunitas dan penggiat hobi seperti lomba burung berkicau dan lomba memancing.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dua tahunan yang bertujuan mengenang perjalanan sejarah pembangunan Desa Sanur dalam bertransformasi menjadi desa mandiri dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Sebuku dan sekitarnya,” jelasnya.

Terakhir, Abdurrohim mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai modal utama dalam melanjutkan perjuangan menuju Desa Sanur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Selain Pemerintah Desa, pemuda desa juga aktif berpartisipasi dalam peringatan HUT Desa Sanur. Ketua Pemuda Karang Taruna, Adnan Kasogi, menyampaikan pandangannya mengenai peran pemuda dalam menjaga semangat kebersamaan dan mendukung pembangunan desa.

“Sebagai Pemuda Karang Taruna, kami bangga dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Desa Sanur ke-23 dan Hari Bhakti Transmigrasi ke-75. Melalui Pesta Rakyat ini, kami ingin menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga, serta memberikan wadah bagi pemuda untuk berkreativitas dan berperan aktif dalam pembangunan desa. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mempertahankan nilai-nilai transmigrasi seperti kerja keras, ketekunan, dan persatuan.” pungkas Adnan.

Penulis: Ryan Rivaldy | Editor : Akbar