oleh

Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Guru, DPRD Nunukan Desak Penanganan Serius

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Polemik dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah terhadap salah seorang guru mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa DPRD akan mengawal secara serius tindak lanjut penanganan kasus ini.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan mengawal tindak lanjutnya secara serius. Bagi kami, ini bukan lagi persoalan kecil atau semata-mata masalah internal sekolah, tetapi sudah menyangkut kelembagaan dan dunia pendidikan,” ujar Arpiah, Minggu (8/02/2026).

Menurutnya, konflik yang terjadi berpotensi mengganggu proses belajar mengajar karena suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Selain itu, kondisi psikologis guru dan peserta didik juga dapat terdampak akibat tekanan, konflik, maupun dugaan intimidasi yang muncul.

“Ketika ada tekanan dan konflik, dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga secara psikologis. Hak-hak guru, seperti hak mengajar, menerima tunjangan, serta mendapatkan perlakuan yang adil, bisa terabaikan. Ini pada akhirnya merugikan sistem pendidikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Arpiah juga menilai kejadian tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan sekolah sebagai ruang yang seharusnya aman dan nyaman bagi semua.

Oleh karena itu, DPRD Nunukan mendorong Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan dan menangani persoalan ini secara serius dan objektif.

“Jika memang terdapat indikasi pelanggaran dan harus menempuh jalur hukum, maka kami mendorong hal tersebut dilakukan. Semua pihak berhak mendapatkan keadilan. Guru bukan objek yang bisa diperlakukan semena-mena, karena kenyamanan guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa,” tegasnya.

Arpiah menambahkan, DPRD Nunukan melalui Komisi I telah melakukan inspeksi dan investigasi langsung ke sekolah untuk meminta klarifikasi terkait permasalahan tersebut. Beberapa temuan awal, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan untuk mendorong langkah-langkah selanjutnya.

“Langkah yang telah kami lakukan adalah turun langsung ke lapangan melalui Ketua Komisi I untuk meminta klarifikasi. Ada beberapa temuan awal yang kami dapatkan dan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan,” ungkapnya.

Jika diperlukan, DPRD Nunukan akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, BKPSDM, serta pihak sekolah, guna menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh.

Ia juga berharap proses belajar mengajar di SDN 001 Sebatik Tengah dapat kembali berjalan normal. Secara khusus, Arpiah mendoakan agar guru yang diduga menjadi korban, Halimah, segera mendapatkan penanganan medis yang baik, pulih dari kondisinya, dan dapat kembali mengabdi dengan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menyampaikan bahwa pihaknya akan menelusuri titik persoalan yang terjadi di SDN 001 Sebatik Tengah secara menyeluruh.

“Sementara kita sedang menelusuri dan mencari akar permasalahan serta merumuskan solusi terbaik dan bijaksana agar persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa menimbulkan dampak berkepanjangan,” jelasnya.

Ia juga menanggapi sejumlah informasi yang beredar di publik, di antaranya dugaan guru tidak diperbolehkan masuk ruang guru atau ruang kantor, serta persoalan administrasi yang berdampak pada hak-hak guru, termasuk tunjangan yang disebut tidak cair.

“Hasil pendalaman nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penyelesaian sekaligus pembenahan tata kelola sekolah agar ke depan tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Penulis : Rival | Editor : Akbar