oleh

Banjir Kiriman dari Malaysia Rendam Sejumlah Kecamatan di Nunukan, Sekolah Diliburkan dan Warga Mengungsi

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Banjir kiriman dari wilayah hulu sungai di Malaysia kembali merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Debit air yang meningkat akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Sembakung dan sejumlah sungai di wilayah Krayan meluap.

Informasi yang diterima pada Rabu (25/2/2026) dari Ardiansyah, Kepala Sekolah SDN 002 Sembakung, menyebutkan bahwa banjir di Kecamatan Sembakung dipicu oleh kiriman air dari hulu sungai wilayah Malaysia. Puncak banjir sebelumnya terjadi di wilayah Lumbis Pensiangan dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

“Saat ini, ketinggian air di wilayah Sembakung diperkirakan mencapai lutut orang dewasa, sementara di area sekolah masih berada di kisaran mata kaki. Namun demikian, puncak banjir diprediksi terjadi mulai malam hingga dini hari. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca terpantau mendung dan masih berpotensi hujan,” ujar Ardiansyah, Rabu 25 Februari 2026.

Banjir di wilayah ini tergolong sebagai banjir tahunan. Tahun 2026 disebut sebagai puncak banjir, mengingat pada tahun sebelumnya tidak terjadi banjir. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, genangan dapat berlangsung hingga sekitar 18 hari.

Sejumlah sekolah terdampak banjir, antara lain SD di Desa Atap (SD 1, 2, 3, dan 4), SDN 002 Sembakung, SDN 6 di Desa Manuk Bungkul, SDN 7 di Desa Tagul, serta beberapa sekolah tingkat SMP.

Kegiatan belajar mengajar di SDN 002 Sembakung untuk sementara dihentikan dan dialihkan ke sistem pembelajaran daring. Saat ini masih berlangsung kegiatan pesantren kilat, namun mulai besok kegiatan sekolah diliburkan dan dilaksanakan secara daring. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan murid dan tenaga pengajar, mengingat kondisi banjir yang berpotensi membahayakan.

“Pihak sekolah juga telah mengamankan aset-aset berharga, terutama peralatan elektronik, dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat genangan yang diperkirakan masih akan meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, melaporkan bahwa wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan, Krayan Timur, Krayan Barat, dan Sebuku.

Sebagian wilayah mengalami genangan pada permukiman penduduk dan fasilitas umum dengan ketinggian air yang bervariasi. Selain merendam rumah warga dan area pasar, banjir juga menyebabkan beberapa tiang listrik PLN di Kecamatan Lumbis Hulu roboh, sehingga berpotensi mengganggu suplai listrik dan membahayakan warga.

“Hingga siang hari, tercatat 15 warga mengungsi sementara di Pos BPBD Kecamatan Lumbis. Data lengkap jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh petugas di lapangan,” ujar Asmar.

BPBD Kabupaten Nunukan bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, TNI, dan Polri telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya pemantauan intensif di wilayah terdampak, membantu evakuasi barang milik warga, menyiapkan peralatan tanggap darurat dan tenda pengungsian, serta melakukan kaji cepat (rapid assessment) untuk menginventarisasi dampak kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Pemantauan ketinggian muka air sungai juga dilakukan melalui tiang ukur di Desa Mansalong (Kecamatan Lumbis) dan Desa Atap (Kecamatan Sembakung) sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kenaikan air lanjutan,” tambahnya.

Hingga saat ini, situasi banjir di sejumlah kecamatan masih memerlukan pemantauan dan kesiapsiagaan berkelanjutan. BPBD Kabupaten Nunukan menyatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal serta meminimalisir risiko dan dampak yang lebih luas. Perkembangan situasi akan dilaporkan secara berkala sesuai hasil pemantauan di lapangan.

Penulis : Rival | Editor : Akbar