oleh

331 Jemaah Haji Kaltara Tinggalkan Mina, Tahapan Puncak Ibadah Haji Berjalan Lancar

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Sebanyak 331 jemaah haji asal Kalimantan Utara yang tergabung dalam Kloter 07 Embarkasi Balikpapan telah menyelesaikan rangkaian lempar jumrah pada hari Tasyrik 11 dan 12 Zulhijah 1447 Hijriah, sekaligus mengambil nafar awal untuk kembali ke hotel mereka di Makkah, Arab Saudi.

Ketua Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, H. Sayid Abdullah, mengatakan proses lempar jumrah di Mina berlangsung dengan tertib dan lancar. Meski demikian, kondisi fisik jemaah cukup terkuras setelah menjalani rangkaian ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Alhamdulillah, dari total 357 jemaah dan petugas, sebanyak 331 orang telah menyelesaikan lontar jumrah dan mengambil nafar awal untuk kembali ke hotel di Makkah,” ujar Sayid kepada pusaranmedia.com, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, masih terdapat 23 jemaah dan tiga petugas pendamping yang memilih mengambil nafar tsani. Mereka tetap berada di Mina untuk menyelesaikan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga, yakni 13 Zulhijah.

“Mereka masih bermalam di tenda Mina dan akan melaksanakan lontar jumrah pada hari Tasyrik ketiga sebelum kembali ke Makkah,” katanya.

Setibanya di Makkah, para jemaah akan melanjutkan tahapan penting lainnya dalam pelaksanaan ibadah haji, yakni tawaf ifadah, sa’i, dan tahalul akhir sebagai penyempurna rukun haji.

Menurut Sayid, secara umum kondisi kesehatan jemaah asal Kaltara masih terpantau baik. Namun, sebagian besar mengalami kelelahan akibat padatnya aktivitas selama fase Armuzna yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Secara umum jemaah dalam keadaan sehat. Hanya saja, kelelahan masih dirasakan karena rangkaian ibadah selama beberapa hari terakhir cukup menguras tenaga dan stamina,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan keringanan dengan dibadalkan atau diwakilkan saat prosesi lontar jumrah. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan jemaah mengingat perjalanan menuju area Jamarat mencapai sekitar 12 kilometer pulang-pergi dengan berjalan kaki.

“Sebagian jemaah lansia dan yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan dibadalkan saat melempar jumrah. Ini demi keselamatan mereka karena jarak tempuh menuju Jamarat cukup jauh dan membutuhkan kondisi fisik yang prima,” ungkapnya.

Sayid berharap seluruh jemaah dapat segera memulihkan kondisi fisik sehingga mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.

“Insyaallah dalam beberapa hari ke depan kondisi jemaah semakin membaik sehingga dapat menyelesaikan tawaf ifadah, sa’i, dan tahalul akhir. Mohon doa agar seluruh proses ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.

Usai menuntaskan seluruh rukun dan wajib haji, para jemaah dijadwalkan mengisi waktu dengan berbagai ibadah sunnah, termasuk melaksanakan umrah sunnah serta berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Makkah dan Taif yang memiliki nilai penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Penulis : Rival | Editor : Akbar