oleh

UMKM Nunukan Hadapi Berbagai Hambatan, DKUKMPP Siapkan Penguatan Kapasitas

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Hal ini disampaikan Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan, Mardiana, pada Senin (14/4/2026).

“Banyak pelaku UMKM masih menghasilkan produk dengan kualitas yang belum konsisten dan nilai tambah yang terbatas, baik dari segi pengolahan, tampilan, maupun kemasan,” ujar Mardiana, pada Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat produk UMKM lokal sulit bersaing dengan produk lain di pasaran yang lebih unggul dari sisi kualitas dan daya tarik.

Selain itu, persoalan legalitas juga menjadi hambatan utama. Sebagian pelaku UMKM belum memiliki sertifikasi seperti PIRT dan halal.

“Hal ini menjadi kendala karena produk tanpa legalitas akan sulit masuk ke pasar modern maupun dipasarkan lebih luas,” jelasnya.

Mardiana juga menyoroti lemahnya pengelolaan keuangan di kalangan pelaku usaha. Masih banyak UMKM yang belum melakukan pencatatan keuangan secara tertib.

“Bahkan keuangan usaha sering bercampur dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga mereka tidak bisa mengukur keuntungan secara pasti,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai produk berbasis perhutanan sosial memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

“Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan membuat potensi ini belum mampu memberikan nilai ekonomi maksimal,” ungkapnya.

Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, DKUKMPP Nunukan terus melakukan upaya penguatan kapasitas pelaku UMKM.

“Kami berkomitmen melakukan pendampingan terpadu, mulai dari fasilitasi legalitas seperti PIRT dan halal, peningkatan kualitas produk dan kemasan, hingga edukasi manajemen keuangan,” pungkas Mardiana.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong pemanfaatan potensi lokal agar UMKM Nunukan dapat naik kelas. Harapannya, produk UMKM kita bisa bersaing di pasar yang lebih luas dan menjadi penggerak ekonomi daerah.

Penulis : Rival | Editor : Akbar