oleh

Tingkatkan Kesehatan PMI, RSUD Nunukan Teken Kerja Sama dengan BP3MI Kaltara

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi peningkatan pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan bersama Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kaltara, resmi menandatangani Nota Kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU).

Hal itu dilakukan sebagai langkah strategis dalam membangun pelayanan kesehatan yang terintegrasi, khususnya bagi para calon pekerja migran, pekerja migran, maupun pekerja migran yang telah kembali ke tanah air melalui wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, mengatakan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan, RSUD Nunukan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berkualitas.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan koordinasi antara RSUD Nunukan dan BP3MI Kalimantan Timur–Kalimantan Utara semakin efektif dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada PMI sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi,” ujarnya Selasa, 7 Juli 2026.

Lebih lanjut, Dr Andi Bau, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi pekerja migran Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan.

“RSUD Nunukan memiliki tanggung jawab besar sebagai rumah sakit rujukan di kawasan perbatasan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja migran Indonesia yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat memperoleh layanan yang cepat, berkualitas, dan sesuai standar. Sinergi dengan BP3MI menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan yang terintegrasi serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja migran,” lengkapnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi dasar untuk membangun koordinasi yang berkelanjutan dalam berbagai aspek pelayanan.

“Kami berharap MoU ini menjadi awal dari berbagai program bersama, mulai dari peningkatan koordinasi rujukan pasien, edukasi kesehatan, pendampingan bagi pekerja migran, hingga penanganan kasus-kasus yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memperkuat kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala BP3MI Kalimantan Timur–Kalimantan Utara, Kombes Pol. Andi Ichsan, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, RSUD Nunukan merupakan mitra strategis dalam mendukung perlindungan pekerja migran Indonesia, mengingat posisi Kabupaten Nunukan sebagai salah satu pintu gerbang utama keluar dan masuk PMI di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

“Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak dan cepat ketika dibutuhkan. Kami berharap koordinasi antara BP3MI dan RSUD Nunukan semakin erat sehingga penanganan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran dapat dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan, saat berada di wilayah perbatasan, hingga kembali ke Tanah Air. Penandatanganan nota kesepahaman ini juga memperkuat kerja sama kedua instansi dalam pelayanan kesehatan, edukasi, koordinasi rujukan, dan penanganan kasus pekerja migran. Melalui kolaborasi tersebut, RSUD Nunukan dan BP3MI Kalimantan Timur–Kalimantan Utara berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan yang responsif, profesional, dan humanis bagi pekerja migran Indonesia.

Penulis : Rival | Editor : Akbar