oleh

Rebut Posisi 3 dan 4. Hari ini MA Ansori vs SMK Negeri 1 Sebatik Barat

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Setelah setidaknya 5 kali bertanding di babak penyisian, Tim Gempur asal SMK Negeri 1 Sebatik Barat dan Tim AEON asal MA Al Anshari Nunukan harus puas memperebutkan juara 3 dan 4 pada ajang intelektual bergengsi Kompetisi Debat Demokrasi Pelajar (KD2P) ke-4 yang digelar Bawaslu Nunukan berkoloborasi dengan Badan Kesbang Pol.

Kompetisi kedua akan digelar hari ini (03 Juni 2026) di Gedung Arsip Pemilu Bawaslu Nunukan Jalan Ujang Dewa Sedadap pada pukul 10.00 pagi setempat dan disiarkan langsung juga melalu akun medsos IG dan Tiktok Bawaslu Nunukan.

“Semua bisa nonton di akun medsos kami, bisa mengomentari dan mendukung tim debaters kesayangan masing-masing. Ya sambil kompetisi, sambil belajar bersama mengasah nalar kritis” Ungkap Ketua Bawaslu Nunukan Mochamad Yusran saat di temui awak rubrikkaltara di kantornya.

Mosi perdebatan pada perebutan juara 3 dan 4 ini cukup populer dimasyarakat yakni “Politik Uang Lahirkan Pemimpin Korup” yang mana politik uang merupakan PR pada tiap penyelenggaran pemilu dan korupsi menjadi problematikan pelik dan klasik negara

“Jadi saat mau tanding, sebelumnya kedua tim akan di undi, apakah berada pada posisi pro dan kontra atas mosi, gak bisa milih. Bagi yang pro tentu akan meneguhkan korelasi politik uang dan korupsi. Dan sebaliknya yang kontra akan membantahnya dengan kontra argumen dan data. Sehingga para debeters harus belajar argumen keduanya. Ini membuat mereka menjadi lebih pengetahuan mereka dalam dan berimbang atas satu mosi.” Jelas Yusran.

Kompetisi debat demokrasi pelajar SMA sederajat se-kabupaten Nunukan ini berlangsung 01-05 Juni 2026 dengan peserta 26 Tim yang berjuang melewati tingkatan dari babak penyisian, semi final, babak perebutan tempat ketiga, dan grand final.

Adapun grand tema Debat “Konsolidasi Demokrasi: Tolak Buta Politik, Persiapan Menuju Pemilu Nasional dan Lokal Yang Jurdil di Perbatasan”

“Dari grand tema, kita angkat 10 mosi. Kesemuanya berkaitan dengan isu yang relevan dengan non-tahapan yang bemuatan evaluasi pemilu lalu dan konsildasi persiapan pemilu mendatang. Jadi kita buat 3 kompetisi dalam siklus 5 tahunan pemilu yakni sesi pemilu, pemilihan dan non-tahapan”. Pungkas Yusran

Penulis: Rahman | Editor: Akbar