oleh

Akses Antar Kecamatan di Krayan Lumpuh, Warga Tanam Pohon Pisang Sebagai Protes

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Kondisi Jalan Lingkar Krayan yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat, Krayan Tengah, dan Krayan Selatan dilaporkan mengalami kerusakan parah. Jalan yang merupakan kewenangan provinsi tersebut kini dipenuhi lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan.

Beberapa kendaraan yang mencoba melintas dilaporkan tidak mampu melewati kondisi jalan yang becek dan rusak. Bahkan, sebagian pengendara terpaksa memutar balik setelah kendaraannya kandas di tengah jalan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga setempat. Sebagai bentuk protes, masyarakat menanam pohon pisang di tengah badan jalan pada Kamis (12/3). Aksi itu dilakukan sebagai simbol bahwa jalan yang seharusnya menjadi akses utama antar kecamatan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Warga menilai kerusakan Jalan Lingkar Krayan telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.

Padahal, jalan lingkar tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat di wilayah Krayan. Selain menjadi penghubung antar kecamatan, jalan tersebut juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Persoalan ini turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Nunukan daerah pemilihan (dapil) IV, Gat Khaleb. Ia mengungkapkan kondisi kerusakan jalan tersebut melalui sejumlah video dan foto yang diambil langsung dari lokasi.

“Kerusakan jalan juga berdampak langsung terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi barang, mobilitas warga, hingga akses terhadap pelayanan dasar. Dengan kondisi jalan seperti ini, kendaraan sangat sulit untuk lewat,” ujar Gat, Sabtu (14/3/2026).

Sebagian warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau bahkan menunda perjalanan.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur jalan yang layak sangat penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan seperti Krayan karena menjadi penunjang utama aktivitas ekonomi serta konektivitas antar wilayah.

“Kami berharap pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah, segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan Jalan Lingkar Krayan agar kembali dapat dilalui kendaraan dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu,” pungkasnya.