oleh

LPADKT Nunukan Berbagi Takjil Ramadan, Pererat Toleransi di Wilayah Perbatasan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Lembaga Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Nunukan memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat perbatasan.

Melalui kegiatan sosial berbagi takjil, LPADKT Nunukan membagikan makanan berbuka puasa kepada warga yang melintas di kawasan Alun-alun Nunukan pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, khususnya para pengendara dan warga yang sedang menunggu waktu berbuka puasa.

Ibu Kacab LPADKT Nunukan, Nandiya Damayanti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antarumat beragama di wilayah perbatasan Indonesia.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama terjalin di Kabupaten Nunukan.

“Intinya tujuan kita untuk bersilaturahmi kepada saudara-saudara muslim kita di Nunukan yang sedang melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Kita ingin membuktikan bahwa di ujung utara NKRI ini masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebersamaan antar umat beragama,” ungkapnya, Minggu (15/3/2026).

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni di kawasan Alun-alun Nunukan serta di sekitar RSUD Nunukan. Hal ini dilakukan agar bantuan takjil dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk keluarga pasien dan para pengendara yang melintas.

Kegiatan sosial ini juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang LPADKT Nunukan, Ryan Antony.

Ryan Antony menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat di wilayah perbatasan yang hidup dalam keberagaman.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kita sebagai masyarakat Nunukan. Di wilayah perbatasan seperti ini, nilai persatuan dan toleransi harus terus kita jaga. Melalui kegiatan sederhana seperti berbagi takjil, kita ingin mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan semangat saling menghormati antar sesama,” ujarnya.

Ryan berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan, tidak hanya pada bulan Ramadan tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya, sehingga semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Nunukan tetap terjaga.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta memperkuat solidaritas sosial di wilayah perbatasan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.

Penulis : Rival | Editor : Akbar