oleh

Plastik Dominasi Lonjakan Sampah Selama Ramadan di Nunukan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan mencatat adanya peningkatan volume sampah selama bulan suci Ramadan 2026. Lonjakan sampah tersebut terutama terjadi di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti ruang publik, tempat ibadah, pasar, hingga kawasan penjualan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan, Muhammad Irfan Akhmad, mengatakan peningkatan volume sampah saat Ramadan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Hal ini seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

“Peningkatan sampah pada bulan Ramadan memang hampir selalu terjadi setiap tahun karena aktivitas masyarakat meningkat, terutama dalam hal konsumsi makanan dan minuman,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, DLH Nunukan melakukan penyesuaian pola kerja petugas kebersihan selama Ramadan. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi petugas yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Ia menjelaskan, petugas yang beragama Islam lebih banyak ditugaskan pada malam hari hingga menjelang subuh, sementara petugas nonmuslim lebih banyak bekerja pada siang hari. Langkah ini dilakukan agar operasional kebersihan tetap berjalan optimal selama Ramadan.

“Petugas kami ada yang muslim dan nonmuslim. Yang muslim banyak bertugas pada malam hari hingga subuh, sedangkan pada siang hari lebih banyak petugas nonmuslim yang bekerja,” jelasnya.

Menurut Irfan, peningkatan sampah selama Ramadan didominasi oleh sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman. Sampah tersebut paling banyak ditemukan di area masjid, ruang publik, pasar, serta lokasi-lokasi yang menjadi pusat penjualan takjil dan makanan berbuka puasa.

Untuk mengantisipasi lonjakan sampah tersebut, DLH Nunukan melakukan pemilahan sampah di Tempat Pembuangan Sementara berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) maupun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini dilakukan karena tidak semua sampah yang masuk sudah terpilah dari sumbernya.

Selain itu, DLH Nunukan juga mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Dengan langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan serta membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di daerah.

Penulis : Rival | Editor : Akbar