oleh

Ganti Kontraktor Berkali-kali, Jembatan Apau Kayan Tetap Mangkrak. Ketua GAMKI : Puluhan Milliar Menguap Tanpa Hasil!

RUBRIKKALTARA.ID, BULUNGAN – Pembangunan jembatan Bailey rangka baja di Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kembali menuai sorotan. Proyek yang sejak 2018 dibiayai puluhan miliar rupiah dari APBN itu hingga kini belum juga rampung.

Fakta di lapangan menunjukkan kondisi proyek tersebut justru memprihatinkan. Material baja terlihat berserakan, sebagian rangka jembatan dilaporkan rusak, sementara pekerjaan pondasi dan konstruksi utama hingga kini belum selesai. Meski sempat ditangani beberapa kontraktor, progres pembangunan tetap tidak menunjukkan hasil signifikan.

Situasi ini memicu pertanyaan publik terkait perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi proyek yang dinilai tidak berjalan optimal.

Ketua GAMKI Bulungan, Dennis Yosafat, menilai proyek tersebut mencerminkan persoalan serius dalam pengelolaan anggaran negara, khususnya di wilayah perbatasan.

“Anggaran sudah besar digelontorkan, tapi hasilnya tidak jelas. Ini menunjukkan ada masalah dalam tata kelola pembangunan,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.

Ia menegaskan, keberadaan jembatan itu sangat dibutuhkan masyarakat di Kecamatan Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hulu, hingga Data Dian. Namun hingga kini, akses penghubung antarwilayah masih belum tersedia sehingga warga tetap terisolasi.

Atas kondisi itu, GAMKI Bulungan meminta aparat penegak hukum turun langsung melakukan pemeriksaan.

“KPK, Kejaksaan Agung, dan Kejati Kaltara perlu mengusut penggunaan anggaran, progres pekerjaan, serta pergantian kontraktor dan pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Dennis, mangkraknya proyek ini mencederai rasa keadilan pembangunan, terutama bagi masyarakat perbatasan yang masih menunggu infrastruktur dasar.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, juga menyoroti proyek tersebut dan menyebutnya mubazir. Ia mengungkapkan sebagian struktur jembatan bahkan dilaporkan rusak dan terbawa arus sungai.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum mengenai kelanjutan proyek maupun evaluasi pelaksanaannya.

Bahkan, beredar video yang memperlihatkan kondisi material jembatan yang terbengkalai di lokasi.

Bagi warga Apau Kayan, jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi penghubung utama aktivitas. Ketidakjelasan penyelesaian proyek membuat akses tetap terputus sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pembangunan.

Penulis : Rival | Editor : Akbar