oleh

Darurat Karhutla di Nunukan, 17 Kasus Hanya dalam 3 Bulan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah kejadian melonjak tajam, bahkan lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPBD Nunukan, sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat 17 kasus karhutla. Angka ini jauh melampaui periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat dua kejadian. Bahkan, total kasus sepanjang tahun 2025 hanya mencapai 11 kejadian.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menegaskan lonjakan tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Dalam tiga bulan saja sudah 17 kejadian. Ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Maraknya karhutla diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca yang panas dan kering turut mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan.

Sejauh ini, wilayah yang paling rawan terjadi kebakaran berada di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Kedua kawasan tersebut kerap menjadi titik munculnya api.

Meski demikian, BPBD memastikan seluruh tim tetap siaga. Koordinasi lintas instansi, mulai dari KPH, Damkar, TNI hingga Polri, terus diperkuat guna mempercepat penanganan di lapangan.

Namun, proses pemadaman tidak selalu berjalan mudah. Petugas sering menghadapi medan yang sulit dijangkau kendaraan serta keterbatasan sumber air. Kondisi ini membuat pemadaman kerap dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti pompa gendong hingga ranting pohon.

Pemerintah daerah juga telah mengambil langkah dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Tim Pengendalian Karhutla 2026 yang melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan.

BPBD Nunukan terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya di area yang dekat dengan permukiman.

“Kami minta masyarakat tidak membakar lahan. Segera laporkan jika ada kebakaran, dan ikut berperan aktif dalam pencegahan,” tegas Hasanuddin.

Jika tren ini terus berlanjut, karhutla di Nunukan dikhawatirkan semakin meluas dan berdampak lebih besar, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.