oleh

Pendekatan Humanis Satgas Pamtas Berbuah Hasil, Warga Perbatasan Sukarela Serahkan Senjata Rakitan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Pendekatan persuasif yang dijalankan Satgas Pamtas YonKav 13/SL kembali membuahkan hasil di wilayah perbatasan. Seorang warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan laras panjang miliknya tanpa paksaan.

Penyerahan tersebut tidak terjadi secara instan. Prosesnya diawali dengan komunikasi sosial yang intens antara personel Satgas dengan tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Pendekatan ini membuka ruang dialog yang lebih terbuka dan membangun kepercayaan warga.

Pasiter Satgas Pamtas YonKav 13/SL, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi terkait seorang warga Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Sei Menggaris, berinisial MS (40), yang memiliki senjata rakitan jenis penabur.

Senjata tersebut diketahui biasa digunakan untuk berburu hewan liar. Dari hasil identifikasi, senjata memiliki diameter sekitar 18,5 mm dengan jangkauan efektif hingga 50 meter.

Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, Satgas kemudian melakukan pendekatan teritorial secara bertahap kepada yang bersangkutan. Melalui komunikasi yang berkelanjutan dan edukasi yang tepat, warga tersebut akhirnya bersedia menyerahkan senjata miliknya.

“Ketakutan terbesar masyarakat biasanya adalah stigma atau konsekuensi hukum setelah menyerahkan senjata secara sukarela,” ujar Kapten Yurika.

Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan konsep hearts and minds, yakni membangun kedekatan emosional serta kepercayaan masyarakat, bukan semata-mata penegakan hukum yang kaku.

“Ini bukan soal sitaan, tapi soal kepercayaan. Kami ingin masyarakat merasa aman, sehingga mau terbuka dan bekerja sama,” tambahnya.

Setelah rasa aman terbentuk, lanjutnya, masyarakat cenderung dengan kesadaran sendiri menyerahkan barang berbahaya karena percaya negara hadir untuk melindungi.

Senjata rakitan tersebut kemudian diamankan oleh personel Satgas dan akan dilaporkan ke komando atas untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk proses pemusnahan.

Seluruh proses pengamanan dilakukan dengan prosedur ketat, mencakup aspek legalitas, keamanan fisik, hingga administrasi, serta tetap menjaga kerahasiaan identitas warga.

Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas pendekatan teritorial yang menitikberatkan pada komunikasi, edukasi, dan pembangunan kepercayaan di tengah masyarakat perbatasan.

Selain menjaga kedaulatan wilayah, kehadiran TNI juga dinilai mampu memperkuat rasa aman dan meningkatkan kepercayaan publik demi terciptanya lingkungan yang tertib dan kondusif.

Penulis : Rival | Editor : Akbar