oleh

Botol Kaca hingga Geregaji Besi Ditemukan di Kamar Hunian Lapas Nunukan

NNUNUKAN, RUBRIKKALTARA- Razia gabungan di Lapas Kelas IIB Nunukan menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam kamar hunian Warga Binaan Permasyarakatan (WBP). Botol kaca, silet, paku hingga barang terlarang ditemukan petugas saat pemeriksaan yang melibatkan TNI, Polri dan BNNK Nunukan. Senin (21/9/2026).

Pemeriksaan menyasar kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta sejumlah area di dalam lingkungan Lapas. Selain mencari barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, petugas juga melakukan tes urine terhadap WBP sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika.

“Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian. Barang tersebut di antaranya 9 sendok besi, 18 botol kaca, 8 gunting kuku dan pinset, 4 kaca, 4 paku, 1 gergaji besi, 1 silet serta 15 alat cukur jenggot,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Dony Setiawan, Senin (21/9/2026).

Barang-barang hasil razia tersebut selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan razia gabungan dan tes urine tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk memperkuat keamanan serta mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang di dalam Lapas.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas,” kata Donny.

Menurutnya, keterlibatan TNI, Polri dan BNN menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan. Sinergi lintas instansi dinilai diperlukan agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan dari internal Lapas.

“Sinergi bersama TNI, Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama,” katanya.

Selain razia, tes urine terhadap WBP juga dilakukan sebagai upaya mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika sekaligus memperkuat komitmen Lapas Nunukan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.

Donny menegaskan, pengamanan Lapas tidak dapat dilakukan sendiri. Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

“Melalui sinergi ini, kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Rangkaian razia dan tes urine berlangsung aman dan kondusif. Lapas Nunukan memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini, peningkatan pengawasan serta pencegahan masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas.