oleh

Warga Nunukan Timur Terpaksa Bakar Sampah, Krisis Layanan Persampahan Ancam Kesehatan dan Lingkungan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi keluhan utama masyarakat di Kecamatan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan. Minimnya armada pengangkut sampah, keterbatasan tempat pembuangan, hingga penumpukan sampah di lingkungan permukiman menjadi aspirasi yang disampaikan warga kepada Anggota DPRD Nunukan, Tri Wahyuni.

Tri Wahyuni mengatakan, warga di Pemukiman Bukit Cinta, Jl. Pengeran Antasari, Kecamatan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan mengeluhkan belum optimalnya layanan persampahan di wilayah mereka. Menurut warga, armada pengangkut sampah sangat jarang beroperasi, sementara fasilitas tempat pembuangan sampah juga belum tersedia.

“Keluhan masyarakat yang paling banyak disampaikan terkait armada dan tempat pembuangan sampah. Masyarakat menginginkan adanya peningkatan pelayanan pengangkutan sampah karena saat ini masih sangat minim,” ujar Tri Wahyuni, 14 Juli 2026.

Akibat kondisi tersebut, banyak warga terpaksa menumpuk sampah di pinggir jalan atau membakarnya secara mandiri karena tidak memiliki alternatif lain.

“Kondisi ini lantas berpotensi menimbulkan pencemaran udara, mengganggu kesehatan masyarakat, sekaligus memperburuk kualitas lingkungan permukiman,” tegasnya.

Selain itu, penumpukan sampah juga dikhawatirkan dapat menyumbat saluran drainase sehingga meningkatkan risiko banjir saat musim hujan. Sampah yang menumpuk juga sering mengundang kembak biak nyamuk yang bisa saja berpotensi mengundang penyakit Demam Berdarah Dengua (DBD).

Warga juga mempertanyakan kualitas pelayanan persampahan karena selama ini mereka mengaku tetap membayar pajak dan iuran pengelolaan sampah, namun pelayanan pengangkutan belum dirasakan secara maksimal.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan, armada pengangkut sampah sebelumnya berjumlah 10 unit. Namun, empat unit mengalami kerusakan sehingga hanya enam unit yang dapat beroperasi untuk melayani 13 jalur pengangkutan sampah di Kabupaten Nunukan.

Tri Wahyuni mendorong agar instansi terkait dapat memberikan solusi dan lngkah cepat dalam menyelesaikan persoalan persampahan. Menurutnya, diperlukan penambahan armada, perbaikan kendaraan operasional yang rusak, serta peningkatan fasilitas dan pelayanan persampahan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Keluhan ini akan kami sampaikan dan perjuangkan agar menjadi perhatian pemerintah daerah. Pengelolaan sampah harus ditingkatkan karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Rival