oleh

Dari Perbatasan untuk Indonesia: Satgas Yonkav 13/SL Saring Calon Paskibra Terbaik

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dari Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (Yonkav 13/SL) mengadakan seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di kawasan perbatasan, tepatnya di Nunukan. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Februari tersebut digelar di lapangan Makotis Satgas Yonkav 13/SL dan diikuti oleh 34 pelajar dari SMA Negeri 1 Nunukan.

Dari puluhan peserta yang ambil bagian, panitia menetapkan tujuh peserta terbaik putra dan tujuh putri untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.

Proses seleksi dipimpin oleh Pasiter Satgas Pamtas Yonkav 13/SL, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Satgas di wilayah perbatasan tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), termasuk pembinaan generasi muda melalui kegiatan Paskibra.

Menurutnya, seleksi ini memiliki makna penting, antara lain memberi ruang bagi pelajar perbatasan untuk menunjukkan kemampuan bersaing hingga tingkat nasional.

“Kegiatan ini juga kita arahkan untuk mencetak generasi muda yang berjiwa kepemimpinan, memiliki nasionalisme tinggi, serta mampu menjadi simbol semangat patriotisme di wilayah perbatasan,” ujarnya pada Senin (02/03/2026).

Ia juga menilai, keberadaan Paskibra dapat memperkuat citra dan wibawa bangsa, khususnya di kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Tahapan seleksi dibagi menjadi dua bagian. Pada tahap awal, peserta menjalani pemeriksaan administrasi, pengecekan tinggi dan berat badan, penilaian postur, hingga riwayat kesehatan. Selanjutnya, pada tahap kedua, para peserta diuji kemampuan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB), sikap mental, gerakan di tempat, serta teknik langkah khas Paskibra.

Kapten Kav Yurika menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan terbuka, mencakup kesamaptaan jasmani, postur tubuh, hingga pemahaman wawasan kebangsaan. Ia menambahkan, pembentukan karakter menjadi fokus utama dalam proses ini.

“Paskibra bukan sekadar soal baris-berbaris. Di dalamnya ada pembinaan mental, kedisiplinan, kemandirian, dan kerja sama. Kami berharap peserta yang terpilih nantinya mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Pamtas Yonkav 13/SL berharap dapat melahirkan generasi muda perbatasan yang tangguh, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, sehingga mampu mengharumkan nama daerah serta bangsa.

Penulis : Rival | Editor : Akbar