oleh

Belum Ada Pengajuan Sapi Kurban Masuk, DKPP Nunukan Pastikan Pengawasan Tetap Ketat

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan memastikan hingga pertengahan April 2026 belum menerima pengajuan pemasukan sapi kurban dari luar daerah. Kondisi ini dinilai masih wajar karena waktu pelaksanaan Iduladha masih cukup lama.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Nunukan, Alim Bakrie, mengatakan pengajuan biasanya mulai berdatangan dua hingga tiga minggu menjelang hari raya kurban.

“Sampai saat ini belum ada pengajuan. Masih terlalu dini, biasanya mulai masuk pada minggu kedua atau ketiga sebelum Lebaran,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menegaskan, setiap pengusaha maupun masyarakat yang ingin mendatangkan sapi kurban wajib mengajukan permohonan melalui aplikasi resmi. Mekanisme ini diperlukan untuk mengontrol jumlah ternak yang masuk sekaligus memastikan seluruh prosedur kesehatan hewan terpenuhi.

“Semua harus melalui pengajuan. Dari situ kita bisa mengontrol jumlah sapi yang masuk,” jelasnya.

Selain itu, seluruh ternak dari luar daerah wajib menjalani pemeriksaan ketat sesuai standar operasional prosedur, termasuk proses karantina sebelum didistribusikan. Setelah berada di penampungan, petugas tetap melakukan pemantauan guna memastikan ternak dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.

“Semua sapi harus melalui karantina. Setelah di penampungan, kami tetap lakukan pemantauan untuk memastikan ternak bebas penyakit,” ungkapnya.

DKPP juga melakukan vaksinasi rutin minimal satu kali dalam sepekan untuk mencegah penyebaran penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang memiliki tingkat penularan tinggi.

“PMK sangat menular, sehingga pengawasan harus ketat,” tegasnya.

Berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, sekitar 400 ekor sapi kurban didatangkan ke Nunukan dari luar daerah, terutama dari Sulawesi. Jumlah tersebut diperkirakan tidak akan jauh berbeda pada tahun ini.

“Dua tahun terakhir hampir sama, sekitar 400 ekor. Tahun ini kemungkinan juga tidak jauh berbeda,” katanya.

Alim menambahkan, kesehatan ternak harus dijaga sejak kedatangan hingga penyembelihan, termasuk penyediaan kandang yang layak, pakan, vitamin, serta vaksinasi berkala.

“Peternak dan penyalur kami imbau aktif berkoordinasi agar kondisi ternak tetap terpantau sampai hari kurban,” pungkasnya.

Penulis : Rival | Editor : Akbar