oleh

Debat Pelajar Demokrasi Masuki Final, Kesbangpol Nunukan Gaungkan “Tolak Buta Politik” untuk Tekan Apatisme Generasi Muda

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Debat Pelajar Demokrasi ke-4 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Bawaslu Nunukan memasuki babak final. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi politik di kalangan pelajar ini kini menyisakan dua tim terbaik yang akan bertarung pada partai puncak, 5 Juni 2026 mendatang, di Lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Dua tim yang berhasil melaju ke final yakni Tim Rosita Institut dari SMAN 1 Nunukan dan Tim Smansa Synergi dari SMAN 1 Sebatik. Keduanya memastikan tempat setelah menyelesaikan pertandingan babak empat besar yang digelar pada Selasa (2/6/2026).

Kepala Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman politik dan demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA sederajat di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih saat pemilu, tetapi juga memahami bagaimana sistem demokrasi bekerja dan berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Sejatinya demokrasi adalah alat untuk menyejahterakan masyarakat. Melalui kegiatan ini para pelajar bisa memahami bagaimana memilih pemimpin yang baik, bagaimana demokrasi bekerja, serta mengenali berbagai bentuk pelanggaran dalam proses pemilu. Pengetahuan itu kemudian mereka tuangkan dalam argumentasi debat yang kritis dan konstruktif,” kata Hasan Basri.

Ia menjelaskan, selain mengasah kemampuan berpikir kritis dan berbicara di depan umum, para peserta juga didorong untuk memperdalam pengetahuan mengenai sistem kepemiluan, tata kelola pemerintahan, serta isu-isu demokrasi yang berkembang di Indonesia.

Tahun ini, Debat Pelajar Demokrasi mengusung tema “Tolak Buta Politik Menyongsong Pemilu Nasional dan Daerah”. Tema tersebut dipilih sebagai upaya membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan generasi muda sekaligus menepis anggapan bahwa politik adalah sesuatu yang harus dijauhi.

Hasan menegaskan, politik sejatinya hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan memiliki pengaruh terhadap berbagai kebijakan publik yang dirasakan langsung oleh warga.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap politik.

“Kalau sejak dini generasi kita sudah apatis terhadap politik, lantas siapa lagi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan di negeri ini. Karena itu kami menggaungkan semangat Tolak Buta Politik. Anak muda harus memahami politik secara benar, bukan menjauhinya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Nunukan, Moch Yusran, mengatakan pendidikan politik dan demokrasi tidak hanya penting dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan di luar tahapan pemilu.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan di luar masa pemilu justru lebih efektif karena peserta dapat menerima materi secara lebih fokus tanpa terganggu oleh dinamika politik praktis yang biasanya mengemuka saat tahapan pemilu berlangsung.

“Untuk pendidikan politik di luar tahapan pemilu, Bawaslu memang terus berupaya melaksanakannya secara berkelanjutan. Kalau dilakukan saat tahapan pemilu, fokus kita akan tergangguh dilain sisi harus mengawasi jalannya pemilu juga. Makanya  di luar tahapan pendidikan politik bisa lebih kita maksimal dan lebih efektif,” ujar Yusran.

Yusran juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut melalui Kesbangpol Nunukan.

“Kami mengapresiasi Bupati Nunukan dan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bawaslu menjadi langkah penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat serta meningkatkan partisipasi politik generasi muda di Kabupaten Nunukan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar yang memiliki pemahaman politik yang baik, kritis, dan bertanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.

Penulis : Rival | Editor : Akbar