oleh

Krisis Puskesmas di Perbatasan Nunukan, Empat Kecamatan Masih Kosong Fasilitas Kesehatan

RUBRIKKALTARA.ID, NUNUKAN – Pemerataan layanan kesehatan di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) Kabupaten Nunukan masih menghadapi tantangan. Hingga kini, masih terdapat empat kecamatan yang belum memiliki puskesmas sehingga masyarakat harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketua Tim Dokter Terbang wilayah DTPK Kabupaten Nunukan, drg. Prio Adjie Andarusasi, mengatakan saat ini Kabupaten Nunukan memiliki sekitar 21 kecamatan. Namun, jumlah puskesmas yang tersedia baru mencapai 18 unit.

“Masih ada beberapa kecamatan yang belum punya Puskesmas, seperti Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Krayan Timur, dan Krayan Tengah,” ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selain masih adanya kecamatan yang belum memiliki puskesmas, terdapat pula tiga puskesmas yang berada dalam satu kecamatan. Kondisi tersebut menunjukkan pemerataan fasilitas kesehatan di Kabupaten Nunukan masih belum optimal.

Akibat keterbatasan tersebut, masyarakat di sejumlah wilayah terpencil dan perbatasan masih harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk memperoleh layanan kesehatan dasar, baik untuk pemeriksaan, pengobatan, maupun pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menjalankan Program Pelayanan Kesehatan Bergerak/Terbang dan Terapung atau Dokter Terbang. Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan.

Pelaksanaan program melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan bersama dokter spesialis, dokter umum, serta tenaga kesehatan dari puskesmas pengampu di wilayah terdekat.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan dokter spesialis dan dokter umum, cek kesehatan gratis, imunisasi, promosi kesehatan, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurut Prio, kehadiran Dokter Terbang menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang belum terjangkau fasilitas kesehatan permanen. Namun, program tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan keberadaan puskesmas yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan setiap hari.

Karena itu, ia berharap pembangunan fasilitas kesehatan di kecamatan yang belum memiliki puskesmas dapat menjadi perhatian pemerintah.

“Dengan bertambahnya puskesmas, akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar di wilayah perbatasan dan terpencil diharapkan semakin mudah dan merata, sehingga ketergantungan terhadap layanan kesehatan bergerak dapat berangsur berkurang,” pungkasnya.

Penulis : Rival